Penelitian Tindakan Kelas

PEMBERIAN METODE UMPAN BALIK DENGAN MENUMBUHKAN RASA SENANG DAN NYAMAN BELAJAR MATEMATIKA, SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 6 PADA KONSEP PERKALIAN DAN PEMBAGIAN DI SD NEGERI PLALAN 2 KEC. SERENGAN KOTA SURAKARTA

Oleh: SUWARTO, S.Pd

SD NEGERI PLALAN 2 SURAKARTA 2006

HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A. Latar Belakang Masalah

Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sayangnya, untuk mencapai tujuan mulia tersebut masih ditemui banyak hambatan. Masalah pokok berkaitan dengan pendidikan yang banyak disoroti adalah soal rendahnya mutu pendidikan. Salah satu indikator rendahnya mutu pendidikan ditunjukkan oleh rendahnya prestasi belajar siswa di sekolah. Pada konteks pelajaran Matematika khususnya di Sekolah Dasar (SD) rendahnya prestasi belajar tidak hanya pada aspek kemampuan untuk mengerti matematika sebagai pengetahuan, tetapi juga aspek rendahnya sikap terhadap matematika. Pada aspek sikap siswa, selama ini banyak siswa yang menganggap pelajaran Matematika sebagai momok yang menakutkan. Hal ini berkaitan dengan karakteristik Matematika yang abstrak, sehingga siswa kurang berminat tehadap pelajaran Matematika sehingga prestasi belajarnya rendah.

Berkaitan dengan materi matematika yang abstrak, maka pembelajaran matematika juga harus disesuaikan dengan perkembangan anak SD. Hal ini diungkapkan ahli pendidikan matematika Dr H Djaali dari IKIP Jakarta saat dikukuhkan sebagai guru besar tetap pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) IKIP Jakarta (Kompas, 6 Mei 1999). Menurut Djaali, pembelajaran matematika di SD harus disesuaikan dengan perkembangan kesiapan intelektual anak. Juga perlu kesesuaian antara banyaknya materi yang ada dalam kurikulum dengan alokasi waktu yang tersedia dan disesuaikan dengan perkembangan intelektual atau struktur kognitif dan pengalaman belajar yang telah diperoleh anak.

Selain materi yang abstrak, kelemahan pengajaran Matematika di SD selama ini juga belum mengarah kepada permasalahan sederhana di lingkungan anak. Menurut Dr Ida Karnasih, MSc dri IKIP Medan (Kompas, 17 Mei 1999) pengajaran matematika di SD seharusnya mengarah kepada problem solving dengan mengambil contoh-contoh sederhana yang terjadi dalam keseharian lingkungan si murid. Bukan sebaliknya, mengajarkan formula-formula, rumus-rumus atau hafalan-hafalan yang mengarahkan murid bukan kepada pemahaman atau pengertian konsep matematika, seperti yang dialami murid SD selama ini. Itu sebabnya mereka kesulitan dan sering tidak mengerti makna konsep yang diajarkan. Padahal, matematika itu harus konkret dalam penerapan konsepnya.

Banyak pakar mengungkapkan, sumber daya manusia (guru) merupakan faktor kunci keberhasilan pengajaran. Dalam pembelajaran Matematika guru merupakan kunci utama keberhasilan. Faktor sumber daya manusia (guru), merupakan komponen utama dalam pendidikan, karena guru merupakan ujung tombak pembelajaran di sekolah. Soal pengajaran matematika sangat berkait dengan kemauan para guru dalam mengajar. Persoalannya, di sini di samping guru tidak mampu karena memang kurang belajar, juga disebabkan kurangnya penghargaan terhadap guru secara finansial.

Selama ini banyak yang mengklaim akibat minimnya kesejahteraan, menyebabkan guru tidak bisa mengembangkan diri sehingga tidak kreatif. Masih banyak guru yang mengajar tidak menarik (hanya teacher telling). Guru aktif mentransfer pengetahuan dan siswa hanya menerima secara pasif. Selain itu padatnya kurikulum juga menyebabkan guru sulit mencoba berbagai variasi metode pembelajaran sehingga terkesan membosankan di depan siswa. Hal ini akan menyebabkan siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran matematika atau bahkan tidak menyenangi mata pelajaran tersebut, sehingga prestasi belajarnya rendah.

Kondisi ini juga banyak penulis alami di tempat tugas penulis yaitu di SD Negeri Plalan 2 Kecamatan Serengan Surakarta. Untuk itu penulis berusaha untuk mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut dengan melakukan pendekatan pembelajaran dengan pemberian umpan balik sehingga dapat menumbuhkan minat dan rasa senang siswa terhadap pelajaran matematika.

B. Permasalahan

1. Masalah.

Berdasarkan hasil belajar, pengamatan dan fenomena sehari-hari yang penulis temui masalah yang ada di SD Plalan 2 Kecamatan Serengan adalah sebagian besar siswa kelas 6 tidak senang dan kurang berminat terhadap pelajaran matematika sehingga hasil belajarnya rendah.

2. Alternatif Pemecahan Masalah

Berdasarkan masalah yang ada penulis berusaha mengajukan alternatif pemecahan masalah tersebut dengan metode umpan balik (pendekatan kasih sayang dan tutor sebaya) untuk menumbuhkan rasa senang terhadap pelajaran matematika.

3. Ruang Lingkup

Mengingat luasnya cakupan materi pelajaran Matematika penulis hanya membatasi pada materi pembagian dan perkalian pada siswa kelas 6.

4. Perumusan Masalah

Apakah dengan pemberian umpan balik dapat menumbuhkan minat dan rasa senang terhadap pelajaran Matematika pada siswa kelas 6 SD Plalan 2 Kecamatan Serengan Kota Surakarta tahun pelajaran 2005/2006?

C. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Setelah instrumen dipersiapkan, maka langkah awal penelitian tindakan kelas adalah memberikan tes untuk mengukur kemampuan awal yang dimiliki siswa. Dari hasil tes awal tersebut siswa telah mencapai nilai tuntas belajar 52,38%, dengan rata-rata sebesar 4,93. Untuk mengetahui minat siswa terhadap pelajaran matematika diberikan angket. Dari angket diperoleh data awal yaitu sebesar 23,81% siswa minat terhadap pelajaran matematika. Jadi siswa yang masih kurang minat sebesar 76,19%. Dari data awal di atas dapat digunakan sebagai nilai awal siswa sebelum dilakukan tindakan kelas. Maka selanjutnya kami uraikan hasil penelitian tindakan kelas untuk memecahkan masalah rendahnya nilai matematika melalui strategi metode pembelajaran umpan balik dan menumbuhkan belajar nyaman dan menyenangkan.

  1. Siklus I

Pembelajaran umpan balik dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah disusun dan diamati kepala sekolah sebagai observer. Pada penelitian tindakan kelas pada siklus I sebagai berikut:

1. Hasil penelitian

Peneliti melakukan pembelajaran seperti dalam program semester, siswa sudah diberikan materi hingga semester II. Hal ini untuk mengkondisikan bahwa semsester II tinggal pengulangan dan drill terhadap materi yang ada.

Pada siklus I, prestasi belajar siswa dapat ditunjukkan pada tabel 1. berikut ini:

Tabel 1. Minat belajar Siswa, Ketuntasan belajar dan rata-rata ulangan harian pada siklus I

No

Uraian

Sebelum PTK

Siklus I

Peningkatan

1.

Minat belajar

23,81%

47,62%

100,00%

2.

Ketuntasan

52,38%

76,19%

45,45%

3.

Rata-rata

4.93

5.20

5,47%

2. Pembahasan

Setelah diperiksa ternyata terjadi peningkatan minat belajar siswa dari 5 anak (23,81 %) menjadi 10 anak (47,62 %), peningkatan ketuntasan belajar dari 11 anak (52,38%) menjadi 16 anak (76,19%), dan peningkatan rata-rata dari 4,93 menjadi 5,20.

3. Kesimpulan

Dengan berakhirnya tindakan kelas pada siklus I disimpulkan sebagai berikut:

a. Adanya peningkatan minat siswa terhadap pelajaran matematika sebesar 100%

b. Rerata hasil belajar siswa meningkat sebesar 5,47%

c. Siswa mencapai ketuntasan belajar meningkat mencapai 45,45%

d. Siswa aktif dalam pembelajaran di kelas sehingga suasana menjadi konduktif.

4. Refleksi

Untuk menyusun rencana tindakan kelas pada siklus II, perlu refleksi tindakan pada siklus I. Dari hasil diskusi guru mata pelajaran dengan kepala sekolah pada akhir kegiatan siklus I diperoleh masukan sebagai berikut:

a. Konsep dasar perkalian dan pembagian belum dikuasai sebagaian besar siswa secara matang.

b. Latar belakang orang tua siswa yang cenderung apatis dan menyerahkan tanggungjawab sepenuhnya kepada sekolah terhadap kemajuan prestasi belajar anak-anaknya.

c. Siswa mayoritas masih belum senang dengan matematika

  1. Siklus II

Pada siklus II guru mata pelajaran masih melakukan langkah-langkah pemecahan masalah pada siklus I ditambah ditambah penekanan pada tindakan kelas pada siklus II. Langkah-langkah yang diambil sebagai berikut:

1. Mengadakan pengulangan materi pelajaran kelas dibawahnya

2. Memberikan materi matematika dengan prinsip dari mudah ke sukar, dari sederhana ke komplek, dan dari abstrak ke kongkrit.

3. Membentuk tutor sebaya yang bertugas memberikan bimbingan kepada teman yang belum menguasai konsep perkalian dan pembagian.

4. Guru memfasilitasi dengan peraga benda kongkrit untuk dihubungkan ke dalam kehidupan sehari-hari (pembelajaran bermakna).

5. Guru mendesain materi yang belum dikuasai siswa, setelah melakukan indentifikasi.

Untuk mengetahui hasil tindakan kelas pada siklus ke II dipaparkan sebagai berikut:

1. Hasil penelitian

Dari jawaban kuesioner yang diisi oleh siswa dan pengamatan oleh guru terlihat pada Tabel 2, berikut ini:

Tabel 2. Minat belajar Siswa, Ketuntasan belajar dan rata-rata ulangan harian pada siklus II

No

Uraian

Siklus I

(%)

Siklus II

(%)

Peningkatan

Prestasi

1.

Minat belajar

47,62%

71,43%

49,98%

2.

Ketuntasan

76,19%

85,71%

12,50%

3.

Rata-rata

5,20

5,79

11,35%

2. Pembahasan

Setelah diperiksa ternyata terjadi peningkatan minat belajar siswa dari 10 anak (47,62 %) menjadi 15 (71,43%), peningkatan ketuntasan belajar dari 16 anak ( 76,19 %) menjadi 18 anak ( 85,71 %), dan peningkatan rata-rata dari 5,20 menjadi 5,79.

3. Kesimpulan

Dengan berakhirnya tindakan kelas pada siklus I disimpulkan sebagai berikut:

a. Adanya peningkatan minat siswa terhadap pelajaran matematika sebesar 49,98%.

b. Rata-rata hasil belajar siswa meningkat sebesar 11,35%.

c. Siswa mencapai ketuntasan belajar meningkat mencapai 12,50%.

d. Siswa lebih bergembira dan tidak merasa takut dalam pembelajaran di kelas sehingga suasana menjadi nyaman dan kondusif.


D. KESIMPULAN

    Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan dengan judul: PEMBERIAN METODE UMPAN BALIK DENGAN MENUMBUHKAN RASA SENANG DAN NYAMAN BELAJAR MATEMATIKA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 6 PADA KONSEP PERKALIAN DAN PEMBAGIAN DI SD NEGERI PLALAN 2 KEC. SERENGAN KOTA SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2005-2006, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

    1. Terjadi peningkatan minat siswa terhadap pelajaran matematika sebesar 200% dibandingkan sebelum diadakan penelitian tindakan kelas.

    2. Rata-rata hasil belajar siswa meningkat sebesar 17,44% dibandingkan sebelum diadakan penelitian tindakan kelas.

    3. Siswa mencapai ketuntasan belajar meningkat mencapai 63,63% dibandingkan sebelum diadakan penelitian tindakan kelas.

    4. Terjadi peningkatan prestasi belajar akhir USDA dari peringkat 189 pada tahun 2004-2005 dengan rata-rata 6,30 menjadi peringkat 168 pada tahun 2005-2006 dengan rata-rata 6,58 di wilayah Kota Surakarta.

    Dari beberapa kesimpulan tersebut dapat ditarik kesimpulan secara umum bahwa melalui pemberian metode umpan balik dengan menumbuhkan rasa senang dan nyaman belajar matematika diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 6 SD N Plalan 2 Kecamatan Serengan Kota Surakarta.

    DAFTAR PUSTAKA

    ______, 2003. UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

    DePorter dan Hernacki, 2002. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Penerbit Kaifa

    Kompas, 1999. Materi Pelajaran Matematika SD Terlalu Abstrak dan Rumit. Kamis, 6 Mei 1999 Jakarta www.kompas.com Akses: 20 Oktober 2003.

    Mursell & Nasution, 2002. .Mengajar dengan Sukses. Jakarta: Sinar Grafika Offset..

    Tabrani, dkk. 1994. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

    Tondowidjojo, 1985. Kunci Sukses Pendidik. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

    About these ads
    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d blogger menyukai ini: