Skripsi

KINERJA ORGANISASI PELAYANAN PUBLIK

Studi Tentang Pengaruh Komunikasi Internal

dan Pengawasan Internal Terhadap Kinerja Organisasi

di SMP Negeri 2 Wonosari Klaten

ABSTRAK

Erna Mustika Rini, 2005. KINERJA ORGANISASI PELAYANAN PUBLIK: Studi Tentang Pengaruh Komunikasi Internal dan Pengawasan Internal Terhadap Kinerja Organisasi di SMPN 2 Wonosari Klaten. Skripsi,  Surakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui  pengaruh  Komunikasi Internal terhadap Kinerja Organisasi SMPN 2 Wonosari Klaten, (2) mengetahui pengaruh  Pengawasan Internal terhadap Kinerja Organisasi SMPN 2 Wonosari Klaten, dan (3) mengetahui pengaruh Komunikasi Internal dan Pengawasan Internal terhadap Kinerja Organisasi SMPN 2 Wonosari Klaten. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif Populasi penelitian adalah guru/karyawan SMPN 2 Wonosari Klaten. Tehnik pengambilan sampel yang dilakukan adalah all population sebanyak 67 responden. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dengan kuesioner, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi ganda.

Hasil penelitian menunjukkan: (1) ada pengaruh Komunikasi internal mempunyai pengaruh positip terhadap kinerja organisasi, yang berarti bahwa semakin baik komunikasi internal akan berpengaruh meningkatkan kinerja organisasi, (2) Pengawasan internal mempunyai pengaruh positip terhadap kinerja organisasi, yang berarti bahwa semakin baik pengawasan internal akan berpengaruh meningkatkan kinerja organisasi, dan (3) Komunikasi internal dan pengawasan internal secara bersama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja organisasi. Komunikasi internal mempunyai pengaruh lebih dominan terhadap kinerja organisasi dibandingkan pengawasan internal.

Sehubungan dengan hasil penelitian ini disarankan: (1) Kepala sekolah hendaknya memberi kesempatan yang lebih luas kepada guru dan karyawan untuk menyampaikan pendapat untuk meningkatkan kinerja organisasi (kemajuan sekolah) pada forum formal (rapat-rapat) atau informal (tidak resmi) baik secara terbuka maupun tertutup, (2). Kepala sekolah hendaknya segera  menindaklanjuti keluhan-keluahan dari guru secara cepat dengan segera merespon masukan-masukan yang diberikan oleh guru, (3). Kepala sekolah hendaknya selalu meneliti kebenaran informasi dari bawahan sehingga informasi yang diterima dapat dipercaya. (4). Kepala sekolah hendaknya memberi arahan atau petunjuk yang berhubungan dengan tugas guru dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar, (5). Kepala sekolah  hendaknya menegur guru atau karyawan apabila dalam menyelesaikan tugas terdapat kesalahan, sehingga karyawan dapat memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan, (7). Kepala sekolah menetapkan prosedur kerja yang jelas, sehingga program-program yang telah ditetapkan sekolah dapat berjalan efektif dan efisien, (8) Pengawasan hendaknya selalu dilakukan kepala  sekolah, (9). Inspeksi merupakan sebuah bentuk pengawasan yang efektif dilakukan oleh kepala sekolah, (10). Kepala sekolah hendaknya melakukan perbaikan secara langsung dari hasil pengawasan yang telah dilakukan.

%d blogger menyukai ini: