Hipertensi_kesehatan

Hipertensi


1. Pengertian Hipertensi

Hipertensi berarti tekanan (ketegangan) yang tinggi dalam arteri. Arteri adalah pembuluh yang membawa darah dari jantung pemompa menuju ke seluruh jaringan dan organ tubuh. Hipertensi tidak berarti ketegangan emosi yang berlebihan, meskipun ketegangan emosi dan stres dapat meningkatkan tekanan darah saat itu juga. Tekanan darah tinggi pada umumnya didefinisikan sebagai tingkat yang melebihi 140/90 mmHg yang dikonfirmasikan pada berbagai kesempatan. Tekanan darah sistolik, yang berupa angka yang di atas (140 mmHg), mewakili tekanan dalam arteri saat jantung berkontraksi  dan memompa darah ke dalam peredarannya. Tekanan diastolik yang berupa angka bawah (90 mmHg), mewakili tekanan dalam arteri saat jantung santai setelah kontraksi. Oleh karena itu, tekanan diastolik mencerminkan tekanan minimal yang dikenakan pada arteri-arteri tersebut (Gardner, 2007).

2. Proses terjadinya Hipertensi

Hipertensi terbukti sering muncul tanpa gejala. Berarti gejala bukan merupakan tanda untuk diagnostik dini. Dokter harus aktif menemukan tanda awal hipertensi, sebelum timbul gejala dan hipertensi muncul tidak dapat dirasakan atau tanpa gejala dan terjadi kelainan pada jantung, otak, ginjal, dan pembuluh darah tubuh berupa arteriosklerosis kapiler (Hayens, dkk. 2008).

Terdapat hubungan antara hipertensi, penyakit jantung koroner, dengan gagal ginjal khususnya gagal ginjal kronik. Munculnya hipertensi, tidak hanya disebabkan oleh tingginya tekanan darah. Akan tetapi, ternyata juga karena adanya faktor risiko lain seperti komplikasi penyakit dan kelainan pada organ target, yaitu jantung, otak, ginjal, dan pembuluh darah. Hipertensi sering muncul dengan faktor risiko lain yang mana sedikitnya timbul  sebagai sindrom X atau Reavan, yaitu hipertensi plus gangguan toleransi glukosa atau diabetes mellitus DM), dislipidemia, dan obesitas (Maulana,  2007).

Pada hipertensi sistolik terisolasi, tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, tetapi tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastolik masih dalam kisaran normal. Hipertensi ini sering ditemukan pada usia lanjut. Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis (Armilawaty, Amalia; dan Amiruddin, 2007).

Hipertensi maligna adalah hipertensi yang sangat parah, yang bila tidak diobati, akan menimbulkan kematian dalam waktu 3-6 bulan. Hipertensi ini jarang terjadi, hanya 1 dari setiap 200 penderita hipertensi. Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda; paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari  (D’Angelo dan Min, 2007).

%d blogger menyukai ini: