ANALISIS DETERMINAN PERBEDAAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU SMP DI KOTA SURAKARTA (Ditinjau dari Karakteristik Individu, Karakteristik Organisasi, dan Kebijakan Pemerintah)

ABSTRAKSI

ANALISIS DETERMINAN PERBEDAAN KOMPETENSI  PROFESIONAL GURU  SMP DI KOTA SURAKARTA (Ditinjau dari Karakteristik Individu, Karakteristik Organisasi, dan Kebijakan Pemerintah). Program Pasca Sarjana Program  Magister Manajemen Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Maret. 2007.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mengidentifikasi perbedaan kompetensi profesional guru SMP di kota Surakarta. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kompetensi profesional guru, sedangkan variabel terikat: pengalaman kerja, pelatihan, iklim sikap pada pekerjaan, iklim orgranisasi,  kepemimpinan, perubahan kurikulum dan sertifikasi guru. Populasi penelitian adalah guru SMP baik negeri maupun swasta di Surakarta. Sampel diambil dengan teknik Cluster menurut wilayah kecamatan dan  terkumpul responden 205 orang. Pengumpulan data menggunakan angket. Untuk variabel kompetensi profesional guru menggunakan Instrumen Sertifikasi Guru (Self Appraisal & Portofolio) terbitan Depdiknas, 2006. Teknik analisis data dengan Analisis Diskriminan menggunakan Program SPSS 15 Evaluatin Version. Pengujian hipotesis melalui beberapa asumsi: variabel bebas berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinear, tidak ada korelasi mean dan standar deviasi dan homogenitas matriks kovarian.

Hasil uji hipotesis menunjukkan: (1)  terdapat 4 variabel yang secara signifikan (p = 0,05) mampu mengidentifikasi perbedaan kompetensi profesional guru sebagai berikut: (a) Pengalaman kerja (p = 0,008; Wilks’ Lamda = 0,966; F = 7,218); (b) Pelatihan (p = 0,000; Wilks’ Lamda = 0,934;   F = 14,269; (c) iklim  organisasi (p =  0,000; Wilks’ Lamda = 0,942; F = 12,565); (d) Kepemimpinan (p =  0,004; Wilks’ Lamda = 0,959; F = 8,654); (2) Variabel yang tidak signifikan (p > 0,05) adalah: (a) sikap pada pekerjaan  (p =  0,477; Wilks’ Lamda = 0,998; F = 0,507); (b) perubahan kurikulum (p =  0,055; Wilks’ Lamda = 0,982; nilai F = 3,714); (c) sertifikasi guru (p = 0,158; Wilks’ Lamda = 0,990; nilai F = 2,012); (3) pelatihan merupakan variabel  paling dominan yang dapat  mengidentifikasi perbedaan kompetensi profesional guru; (4) variabel pengalaman kerja, pelatihan, sikap pada pekerjaan, iklim organisasi, kepemimpinan, perubahan kurikulum dan sertifikasi guru secara bersama-sama dan signifikan dapat mengidentifikasi perbedaan kompetensi profesional guru (Wilk’s Lambda = 0,855; Chi-square = 31,142 dan p = 0,000); (5) Persamaan fungsi diskriminan: Z = 0,040 pengalaman kerja + 0,678 pelatihan – 0,114 sikap pada pekerjaan + 0,164 iklim organisasi + 0,058 kepemimpinan  – 0,042 perubahan kurikulum + 0,048 sertifikasi guru -3,215; (6)  Kontribusi variabel bebas terhadap kompetensi profesional guru secara bersama-sama sebesar 38%, dengan ketepatan klasifikasi tinggi sebesar 67,3%.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai upaya  peningkatan kompetensi profesional guru adalah: (1) pembinaan pelatihan dan pengembangan profesional (terutama penulisan PTK) yang terintegrasi, merata dan berkesinambungan (2) penyediaan fasilitas dan peningkatan pemanfaatan tehnologi untuk media pembelajaran (Komputer, LCD, internet), (3) membangun  iklim kondusif dan terbuka, pemberian kepercayaan dan  kesempatan, serta transaparansi oleh Kepala Sekolah  menyangkut perencanaan program-program sekolah (5) Perlunya sosialisasi yang memadai berkaitan dengan kebijakan-kebijakan pendidikan, sehingga bisa direspon positif oleh guru.

________________________________________________________

Kata kunci: kompetensi profesional, pengalaman kerja, pelatihan, iklim organisasi, kepemimpinan, perubahan kurikulum & serifikasi guru

*) Download:

1.  COVER

2.  BAB I

3.  BAB II

4. BAB III

5. BAB IV_1

6. BAB IV_2

Implementasi Kebijakan MBS di SD

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

DI SEKOLAH DASAR NEGERI I WONOGIRI

ABSTRAK

Rusiati, NIM: Q100040027. IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 WONOGIRI. Tesis Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Program Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun 2006.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan implementasi kebijakan MBS di Sekolah Dasar Negeri I Wonogiri dapat mendorong peningkatan prestasi belajar murid.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode postpositivistik, yaitu pencarian makna di balik data. Topik riset diarahkan pada kondisi aslinya di mana subyek penelitian berada. Kondisi subyek sama sekali tidak disentuh oleh perlakuan (treatment) yang dikendalikan oleh peneliti seperti halnya penelitian eksperimental. Peneliti melibatkan diri dan menghabiskan waktunya secara mendalam dalam mengumpulkan data secara langsung. Penelitian ini tertarik pada perilaku manusia sehari-hari dalam keadaan rutin secara apa adanya. Tehnik pengambilan sampel yang dilakukan adalah snow ball sampling dengan jumlah sampel sebanyak 4 orang informan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini untuk dapat memperoleh suatu pemahaman yang mendalam terhadap obyek penelitian yang diamati, maka pengumpulan data dilakukan dengan cara: (1). Pengamatan, (2). Pengamatan terlibat, (3). Wawancara dengan pedoman, dan (4). Kajian dokumen. Teknik analisis data lebih difokuskan selama proses di lapangan bersamaan dengan pengumpulan data.

Hasil penelitian menunjukkan: (1) Implementasi MBS di Sekolah Dasar Negeri I Wonogiri telah berjalan dengan baik khususnya tercapainya Misi dan Visi Sekolah. Keterbukaan manajemen SD Negeri 1 menyangkut program dan dana sudah cukup baik. Kinerja sekolah menunjukkan keberhasilan setelah diberlakukannya program MBS dengan meningkatnya prestasi siswa baik prestasi akademik maupun kegiatan mengikuti lomba-lomba non akademik, dan (2).Terdapat peningkatan kepercayaan masyarakat kepada sekolah, yang dapat dilihat dari peningkatan jumlah pendaftar dan peningkatan partisipasi masyarakat terhadap program-program sekolah. Terbukti dengan ditambahnya ruang/kelas sebanyak 5 kelas dan tercapainya program-program yang diagendakan dalam program jangka menengah SDN 1 Wonogiri.

________________________________________________________________

Kata kunci:  Program MBS –  Implementasi Kebijakan – Peningkatan Prestasi   Siswa.

*)  Untuk naskah Full Text (silahkan download di sini) .doc

*) Presentasi   (silahkan download di sini). ppt